Catatan Euro 2008 Hari Ketiga dari Grup C (2)

June 10, 2008 at 5:20 am (Soccer)

Belanda vs Italia

Sampai dengan hari ketiga ini, pertandingan ini adalah yang terbaik. Saya sampai tidak sempat mencatat karena keasyikan menonton permainan total football Belanda maupun ketidak beruntungan Italia. Beda dengan partai sebelumnya yaitu Perancis vs Rumania yang cenderung monoton dimana saya bisa meluangkan waktu mencatat dengan detil tiap kejadian, pada partai ini kertas catatan saya nyaris kosong. Ini dikarenakan partai yang sangat seru ini sangat sayang untuk dilewatkan walau hanya sejenak untuk mencatat. Jadi untuk partai ini saya tidak bisa lagi mengandalkan kertas catatan saya untuk melukiskan jalannya pertandingan dan hanya mengandalkan memori saya. Cukup untuk hal tak penting ini, kita mulai saja.

Partai ini memang merupakan bigmatch sebagai konsekuensi adanya grup neraka ini. Banyak pengamat menilai pertandingan ini seharusnya menjadi partai puncak dan bukannya terjadi di babak penyisihan. Absennya punggawa dari kedua tim tidak menurunkan nilai dari partai ini. Cedera yang dialami Arjen Roben di kubu Belanda maupun Fabio Cannavaro tidak menyurutkan optimisme kedua tim sebelum laga dimulai. Kedua tim punya pengganti yang tidak jauh beda kualitasnya dengan mereka. Italia punya Andre Barzagli sedangkan Belanda punya deretan pemain muda yang tak kalah kualitasnya. Sebut saja Dirk Kuyt atau Orlando Engelaar.

Nistelrooy goal's celebrate

Babak pertama berlangsung dalam tempo yang cepat. Belanda menekan pertahanan Italia dengan total footballnya.Pada menit ke-10 Rafael van der Vaart melakukan tendangan ke arah gawang tapi masih bisa ditangkap kiper Italia Gianluigi Buffon. Peluang Belanda hadir kembali lewat Ruud van Nistelrooy yang lolos dari jebakan offside menyambut umpan terobosan, yang dengan satu sentuhan mengecoh Buffon. Sayang laju bola terlalu deras. Walau bola berhasil dihentikan dan diumpan ke tengah tapi bisa dihalau kembali oleh bek Italia. Pada menit ke-24 tendangan bebas Wesley Sneijder hampir bisa disambar Nistelrooy (dan dia hampir pula mamakai tangan), tetapi bola lebih dulu disundul oleh bek Italia.

Tendangan bebas dari sisi kanan Belanda menjadi awal terciptanya gol pertama Belanda. Meskipun umpan dari tendangan tersebut belum bisa dimanfaatkan bola masih bisa diambil lalu dioper ke belakang pada Sneijer yang langsung melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti sementara di depan telah ada van nistelrooy yang akhirnya menyentuh bola dan sedikit mengubah arah bola yang masuk ke gawang itu . Skor 1-0 tercipta untuk keunggulan Belanda pada menit ke-26 ini. Gol ini dianggap konteroversial karena dua centerback Italia Marco Materazzi dan Andrea Barzagli telah maju sebelum bola ditendang Sneijder dan disambar oleh Nistelrooy sehingga seharusnya Nistelrooy berada pada posisi offside.

Second goal Nederland

Gol kedua untuk Belanda diawali dari serangan Italia ke gawang Belanda. Bola yang hampir masuk ke mulut gawang Edwin van der Sar disapu oleh Giovanni van Bronckhorst dan membuangnya ke depan. Kemudian van Bronckhorst melakukan overlapping dan menggiring bola di sisi kiri Belanda dan melakukan umpan silang pada Kuyt di sisi kanan. Umpan ini langsung disambut dengan sundulan oleh Kuyt dan mengarahkannya ke tengah dimana bola langsung ditendang voli oleh Sneijder. Pada menit ke-31 ini skor berubah 2-0 untuk keunggulan tim oranje.

Setelah unggul dua angka Belanda terus menekan pertahan Italia. Van der Vaart, Kuyt, Nistelrooy maupun Sneijder bergantian mengancam gawang Italia. Namun Italia belum menyerah. Melaui kedua sayap Mauro Camoranesi dan Gianluca Zambrotta Italia mencoba menusuk dari sisi sayap walaupun masih gagal. Malah van Nistelrooy yang berhasil mengancam gawang Italia setelah menendang umpan terobosan yang kemudian berhasil ditepis oleh Buffon. Peluang terakhir Italia di babak adalah melalui tendangan Antonio Di Natale yang masih melambung di atas mistar gawang van der Sar.

Awal babak kedua Italia berusaha memperkecil ketinggalannya. Salah satu usahanya adalah melalui tusukan Zambrotta di sayap kiri yang berhasil mengecoh Kuyt. Kemudian Zambrotta menendang, sayang, tendangannya masih melebar. Usaha lain yang dilakukan pelatih Roberto Donadoni adalah dengan mengganti bek Materazzi dan menggantinya dengan Fabio Grosso. Materazzi adalah lobang yang membuat Italia kecolongan 2 gol sejauh ini.Selain itu Alessandro del Piero dimasukkan menggantikan Di Natale di menit ke-63 dan Antonio Cassano menggantikan Camoranessi di menit ke-74.

Perubahan ini sedikit memberikan angin pada Italia dan merekapun mulai menekan pertahanan Belanda. Sayang dewi fortuna tidak berpihak pada Italia kali ini. Tercatat tiga kali tendangan Alex tak mampu merubah kedudukan. Dua kali dimentahkan van der Sar dan sekali melambung.

Peluang emas melalui Luca Toni yang lolos dari jebakan offside pun juga tidak bisa menjadi gol. Toni yang hanya berhadapan dengan kiper melakukan tendangan loop. Sayang hal ini bisa dibaca oleh van der Sar yang langsung menepis bola sehingga selamatlah gawang Belanda.

celebrate

Grosso juga memberikan kontribusi dengan tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Sayang van der Sar masih bisa mementalkannya dan selanjutnya bek Belanda menyapu serangan itu. Begitu juga dengan tendangan Andrea Pirlo yang masih bisa ditepis oleh kiper Belanda itu.

Gol ketiga Belanda berawal dari serangan balik melalui Robin van Persie yang masuk menggantikan van Nistelrooy. Van Persie mengiring bola dan menarik tiga bek Italia untuk menjaganya. Saat itulah dia mengoper bola ke kanan dimana Kuyt berdiri bebas. Buffon maju untuk menutup ruang tembak Kuyt dan memang benar tendangan Kuyt mampu ditepis Buffon menjauh dari gawangnya. Namun Kuyt tidak menyerah dan mengejar bola muntah tersebut dan memberikan umpan lambung ke depan gawang. Van Bronckhorst yang maju membantu serangan langsung menanduknya ke gawang Buffon. Walaupun ada pemain Italia yang berusaha menghalau bola tapi usahanya sia-sia. Bola telah masuk ke gawang Italia untuk yang ketiga kalinya. Skor berubah 3-0 untuk keunggulan anak asuh Marco van Basten dan bertahan sampai peluit panjang berbunyi.

Kiper Belanda Edwin van der Sar mempunyai peran yang sangat besar dalam pertandingan ini. Tercatat peluang emas Toni, tendangan Alex, Pirlo, Di Natale, Grosso bisa dia mentahkan. Catatan itu tentu cukup untuk membuat gelar man of the match jatuh padanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: